Kiblat Lima - RumahkayuPublishing

728x90 AdSpace

Trending
Powered by Blogger.

Instagram

Popular Posts

Featured

Total Pageviews

Culture

Find Us On Facebook

Advertise

Flickr

Recent comments

Novel

Beauty

Column Right

About me

Contact Form

Beauty

PROMO

PROMO

Follow Us on Facebook

Sponsor Advertisement

Pages

Video

Most Popular

Welcome To SoraBook

Wednesday, December 12, 2012

Kiblat Lima



Terbit di Horison, edisi Oktober 2011

KIBLAT LIMA
           
                        :gus tf

yang berdiri dalam baris tulang rusuk,
hai yang daging dalam lima rukun tulang

rawan perempuan tomat, bawang, kentang,
cabe, lengkuas, jahe, wortel. Anak perempuan

pulang mandi, coba terka siapa yang berdoa
atau yang pulang dengan membawa anak ular

––atau janganjangan anak ulat. Ladang kita
dalam harihari bumi adalah usususus panjang

ternak. Oh beranaklah yang biak dalam doa,
aminkan perempuan kopi, teh, kina, cengkeh.––

selalu ada yang darah di pangkal pinang.
Berurat ke pangkal tak sampai ke bumi,

berurat ke langit tergantung dalam darah anak
ulat barangkali ular.

­––oh ternak yang lahir dalam daging,
menginap dalam tulang dan tiga belas rukun

darah, mengalirlah, mengalirlah, mengalirlah
sebagai tomat, bawang, kentang, cabe, lengkuas,

jahe, wortel, ubi. Membiak, membiak, membiaklah,
ke luar tubuh.­ Apa saja, seperti apa, seperti lupa.––

kemanakah sarang ular atau ulat dalam daging
 dan tulang? Ke rahim anak perempuan

yang pulang ke tulang rawan dengan lima rukun
tulang rusuk dalam saf tubuh yang rumput.

(Padang, 2011)


KIBLAT ENAM

                        :zelfeni wimra

Cairlah sirah dalam sirih, cairlah darah dalam daging,
yang cacing melengkung dalam tubuh rumput liar,

cairlah putih dalam tulang, cairnya duka dalam lambung
burung liar, lumat yang terbang dengan lima

pasang sayap dan kerumunan kelelawar yang purapura
diam, kemudian biji jambu air terkurung

seperti lambung lesung yang menampung hujan,
tersesatlah doa atau dosa tulang. Selalu saja

mampir angin utara, timur, selatan, barat, selalu duka
yang berat atau ringan dalam rahang mulut perempuan

kopi. Ahai, yang menyambut hujan badai dalam mulut
burung liar, pelanpelan seperti pedas sedah kan selalu

dikunyah dalam tubuh yang runut.

(Padang, 2011)

KIBLAT TUJUH

                        ;romi zarman

Bercakar ke dalam daging yang merah,
yang pucat dalam himpunan zikir tulang

burung jantan. Seperti akar kayu tumbuh
menjalar, seperti urat tulang akan selalu

ada warnah darah. Coba bisikkan paruh
burung jantan yang menginap dalam ruas

ruas tulang burung betina. Berurat keluar,
tumbuh menjalar di batang rumput.

––paruhnya rumput dalam daging, daun
dalam tulang, akar dalam dalam darah

seekor burung yang terbang ke dalam
sarang dengan segenggam cacing rumput.––

oh, kan selalu api atau air yang tumbuh
dalam daging burung jantan. memutihlah

tulang burung betina. Mengalirlah api atau
air dalam lorong tulang.

––Kedai kita kan selalu ada pemesan kopi
pahit, hidangkan gelas, sendok, terserah

sepotong roti. Hidangkan candu dan kita
menunggu ayo masuk dalam daging dan

tulang. Mari minum. Bersulang. Teguk
segala yang hidup dan tak hidup dalam

tubuh yang luput. Ahai, mari menginap,
bilang selamat tidur dan selamat bangun.––

Oh yang yang ulat di batang rumput
dimakan burung jantan. Bersayap ke langit

terbang dalam warna paruh burung betina.
Seperti akar kayu tumbuh meliar, seperti

urat daging dan tulang, keras dan lunak,
api dan air dalam darah.

(Padang, 2011)

KIBLAT DELAPAN

                        :deddy arsya

Siapa yang menunggang ikan dalam aquarium kemudian berenang dalam ruasruas rumput karang. Ini hanya karang putih dalam tulang. Tempat di mana ikan menguap. Bertelurlah ibuibu ikan dalam darah. Lahirlah anakanak ikan di ruas tulang. Ikan ini ikan daging, seperti cangkang yang menyimpan kepiting, udang, siput, selalu ada yang tumbuh keluar tubuh.

(Kuda adalah puisipuisi yang dicoret, kertaskertas yang dirobek, dagingdaging yang dipotong, tulangtulang yang dicincang, seperangkat alat pemasak: kompor, pisau, kuali, periuk, sendok, minyak tanah, kayu bakar, kukuran kelapa. Ayo hidang di dapur. Lalu kita hidang api dalam tungku. Baralah kayu. Abulah bara.)

Yang berenang merentangkan cangkang. Cangkang ini cangkang tulang yang laut, dan ikanikan bebas berenang. Seperti curiak, lampuang, mansai, di Danau Bawah, kan selalu ada yang keliling kampung, berjalan ke ruas tubuh. Ahai yang menunggang ke dalam sembilan puluh sembilan rukun rumput dalam tulang.

(bacakan puisi, tebarkan kertas, potongkan daging ikan, cincangkan tulang kuda. kita memasak ragam gulai atau gorengan. Ah, terserahlah. Kita masukkan santan, cabe, kunyit, jahe, lengkuas, seladri, cengkeh, pala. Kita hidangkan di atas meja. Makan adalah hidangan sarapan makan pagi.)

(Padang, 2011)



Biodata
Alizar Tanjung, lahir di Solok, dusun Karang Sadah, 10 April 1987. Ia sekarang tercatas sebagai Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam di IAIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Bergiat Di Forum Lingkar Pena (FLP) Sumbar.
 Karya-karyanya berupa cerpen, puisi, dan esai, dipublikasikan di berbagai media lokal dan nasional; Harian Tempo, Sindo, Suara Pembaharuan, Jurnal Nasional, Pewarta Indonesia, Berita Pagi (Palembang), Linggau Post, Singgalang, Padang Ekspress, Haluan, Majalah Sabili , Majalah Annida Online, Majalah Tasbih, Suara Kampus. .
Tulisannya berupa cerpen dan puisi termaktub pada beberapa Antologi, Rendezvous di Tepi Serayu (Grafindo Litera Media, 2009), Bukan Perempuan (Grafindo Litera Media, 2010), Puisi Menolak Rupa (Unggun Religi, 2010). Kerdam Cinta Palestina (Felipenol, 2010), Antologi Puisi Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010 (Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto, Oktober 2010).  Antologi Cerpen Festival Bulan Purnama Majapahit Triwulan 2010  (Dewan Kesenian Kabupaten Mojokerto, Oktober 2010). Tergabung dalam Nominasi Anugerah pena kategori cerpen dan esai terbaik 2009 (FLP Pusat). Pemenang harapan 6 lomba cerpen LMCR-2009. Nominator lomba cerpen tingkat mahasiswa se-Indonesia 2009, yang diadakan STAIN Purwokerto. Juara satu cerpen “Kurungan” dalam lomba cerpen Sumbar yang diadakan Genta Unand tahun 2009


Kiblat Lima Reviewed by Alizar tanjung on 2:17 AM Rating: 5 Terbit di Horison, edisi Oktober 2011 KIBLAT LIMA                                     :gus tf yang berdiri dalam baris tulang...

No comments: